“SYUKURI NIKMAT INDONESIA MERDEKA & JANGAN KUFUR NIKMAT”
Ummi Laina
11 jam ago
Akidah, Poster Dakwah, Quotes Today
74 Views
“SYUKURI NIKMAT INDONESIA MERDEKA & JANGAN KUFUR NIKMAT”
SYUKURI NIKMAT INDONESIA MERDEKA
Perjuangan dan pengorbanan sebuah bangsa dalam mencapai sebuah “KEMERDEKAAN” perlu waktu yang cukup panjang dalam menggapainya.Rakyat dan pemimpin melebur jadi satu berjuang dan berkorban mati matian hingga titik darah penghabisan. NKRI mengalami 3 kali penjajahan di muka bumi ini, yaitu pertama kali oleh Bangsa Portugis kurang lebih 83 tahun, Bangsa Belanda kurang lebih 350 tahun lamanya dan yang ketiga kali oleh Jepang 3 setengah tahun lamanya. Sejarah telah membuktikan bahwa perjuangan rakyat biasa, ulama ketika itu dan pemimpin hingga mencapai proklamasi kemerdekaan RI oleh Soekarno – Hatta pada 17 Agustus tahun 1945, walaupun Belanda baru mau mengakui kedaulatan RIS pada 27 Desember 1949.
Selayaknya sebagai warga negara Indonesia yang baik kita semua harus menghargai para pendahulu kita sebelum negara kita terbentuk menjadi NKRI, para pejuang kemerdekaan RI ketika itu bahu membahu menghadapi ke-zholiman dari para penjajah, termasuk ketika periode perlawanan daerah muncul nama nama ulama dan kiprahnya bagi perjuangan antara lain;
1. Syekh Yusuf Al Makassar ulama besar dari Gowa beliau memimpin perlawanan Banten dan Ceylon.
2. Pangeran Diponegoro beliau memimpin perang tahun 1825 – 1830 (Perang Sabil) Di Jawa Tengah.
3. Teuku Umar dan Cut Nyak Dien pahlawan dan pejuang dari Aceh, perang Aceh melawan Belanda. Mereka memiliki semboyan “Lebih baik mati syahid daripada dijajah”
4. Sultan Hasanuddin seorang Raja Gowa dan ulama mendapatkan julukan “Ayam Jantan dari Timur” beliau melawan VOC di Makassar.
5. Tuanku Imam Bonjol beliau sebagai pemimpin perang Padri di Sumatera Barat tahun 1803 – 1837, menggabungkan dakwah Islam dalam melawan Belanda.
Peran ulama ketika itu begitu besarnya, mereka semua menjadi pimpinan perang, pemberi fatwa, sebagai pendidik di pesantren yang mengajarkan agama Islam Dasar sehingga munculnya santri santri sebagai pejuang yang turut membela bangsa tercinta ini, dan mereka juga sebagai politisi handal yang memiliki strategi militer dalam menghadapi penjajah, sangat berpengalaman.
Dan pada akhirnya Indonesia mencapai puncak kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 walaupun Belanda masih terus melakukan Agresi Militer 1 dan 2 antara tahun 1945 – 1949, yang kemudian baru mengakui secara penuh kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949. Perlawanan daerah lainnya di Maluku pada periode tahun 1512 – 1595 menghadapi Portugis, oleh Sultan Hairun dan Sultan Baabullah, periode Pergerakan Nasional dengan munculnya pahlawan bangsa tahun 1908 – 1942, antara lain berdirinya Budi Utomo (1908), terbentuknya sumpah pemuda (1928), didirikannya PNI oleh Soekarno tahun 1927, muncul nama nama ulama pada periode pergerakan nasional antara lain; KH.Hasyim Asyari (Pendiri NU), KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), KH. Wahid Hasyim sebagai mentri Agama RI pertama, KH. Agus Salim sebagai diplomat ulung di PBB dan KMB, beliau di juluki sebagai “Otak Diplomasi Indonesia”. Kemudian pada periode pendudukan Jepang kurun waktu 1942 -1945, Jepang kalah oleh seluruh rakyat Indonesia. 3 tokoh utama yang yang wajib kita ingat dalam sejarah perjuangan yaitu Soekarno sebagai bapak proklamator kemerdekaan RI, Moh.Hatta sebagai bapak koperasi dan proklamator, dan Panglima besar Jendral Soedirman sebagai “Panglima Gerilya” Panglima besar TNI pertama.
Dengan merdekanya Indonesia dari para penjajah, kurang lebih 400 tahun lamanya dijajah sekitar tahun 1512 – 1949. Ini menggambarkan betapa besarnya perjuangan seluruh rakyat Indonesia ketika itu, seharusnya kita sebagai generasi penikmat kemerdekaan dari penjajahan bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla atas “NIKMAT MERDEKA”, berkat pertolongan dari-Nya karena bergemanya Syari’at Islam (aturan-aturan Islam) di waktu itu mampu di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai bersyahadat, mendirikan sholat 5 waktu, berpuasa, membayar zakat dan naik haji itu semua bagian dari “RUKUN ISLAM” yang 5, dan yang utama adalah “RUKUN IMAN” ada 6 perkara sebagai dasar Keimanan yaitu Iman kepada Allah (Percaya kepada Allah Azza wa Jalla sebagai Rabb sang pencipta makhluk), Iman kepada Malaikat Allah Ta’ala (Percaya kepada malaikat-malaikat), Iman kepada kitab Allah (Percaya pada 4 kitab yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an), Iman kepada Nabi & Rasul Allah Ta’ala (Percaya kepada Nabi dan Rasul), Iman kepada hari Akhir/Kiamat (Percaya pada hari pembalasan di akherat, adanya surga dan neraka), Iman kepada Qada’ dan Qadar (Percaya Takdir baik dan buruk dari Allah Ta’ala). Itu semua sebagai DASAR AKIDAH ISLAM yang menjadi pondasi utama umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, yaitu mereka memiliki keyakinan penuh terhadap Allah Azza wa Jalla yang maha berkuasa di langit dan bumi, maha mengabulkan do’a-do’a yang tulus, ikhlas dari hambah-Nya, sehingga bisa terwujudnya Kemerdekaan Indonesia, bergema suara Takbir ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR!
Sebagai landasan seorang muslim, muslimah, mukmin dan mukminat bagaimana rasa syukur atas nikmat kemerdekaan diisi dengan banyak banyak menuntut ilmu syar’i, biar bisa faham ilmu agama islam dengan baik dan benar, tidak tersesat dari jalan yang lurus, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, bermanfaat untuk agama, nusa dan bangsa, selalu mentauhidkan Allah Azza wa Jalla, tidak berbuat syirik dalam beribadah, yakin bahwa Allah yang memberi nikmat kepada manusia, tidak mengingkari nikmat dari-Nya, semakin bersyukur semakin ditambah nikmat oleh-Nya, berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla dalam surat Ibrahim ayat 7 sebagai berikut:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.1
Nikmat Kemerdekaan Republik Indonesia adalah nikmat yang tiada taranya, dan sebagai generasi penerus bangsa selayaknya seluruh rakyat indonesia bersatu padu untuk membangun negri tercinta ini, mendukung program-program yang bagus dari pemerintah, sabar dalam setiap keadaan, walaupun berat untuk dijalani, tidak melakukan demonstrasi yang ujung-ujungnya anarkhis, sehingga dari rakyat yang tidak zholim akan melahirkan seorang penguasa/pemimpin/presiden yang tidak zholim pula. Inilah keinginan dan cita-cita yang dahulu kala diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa, yaitu menuju Indonesia Emas (Sejahtera Rakyat nya dan Kuat pertahanan Negaranya).
JANGAN KUFUR NIKMAT
Dan jika manusia kufur nikmat (mengingkari nikmat dari-Nya), maka sesungguhnya azab dari Allah Ta’ala begitu pedihnya.
“Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (Surah At-Taghabun: 6).
Kenyataannya ketika Allah menurunkan azab ke muka bumi ini seperti terjadinya bencana/musibah/fenomena alam di luar logika manusia, gempa bumi dan Tsunami, banjir bandang, kebakaran hutan, perang saudara, perang dengan orang-orang kafir yang memerangi umat Islam yang datang secara tiba-tiba, wabah penyakit Tho’un seperti covid 19, bagi umat Islam sebagai ujian dan bagi umat non Islam sebagai hukuman dari-Nya. Bijaksanalah dalam menyikapi rasa syukur ini ditujukan hanya kepada Allah Ta’ala semata.
Dan Insya’Allah segala niat baik dari rakyat dan penguasa, yang tidak mau kufur nikmat, maka tidaklah sia-sia, janji Allah pasti sedangkan janji janji manusia belum tentu pasti, Allah Maha memberi rezeki kepada manusia, yakinlah dan berdo’alah sehingga setiap keinginan akan terwujud secepatnya. Ikutilah dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits Nabi, ikutilah Sunnah Nabi, jangan pobia terhadap syari’at Islam, karena manusia hidup itu butuh petunjuk hidup. Lakukanlah perbuatan yang baik untuk persiapan kehidupan yang abadi, karena hidup di dunia ini hanya sebentar sedangkan akherat selamanya.Mari kita semua HUSNUDZHON kepada Allah Azza wa Jalla.
ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…INDONESIA MERDEKA DARI PENJAJAHAN!!!
>>>
>>>
>>>
Penulis : Ummi Laina Mokodongan Mokoginta
Bekasi-City, Indonesia 18 Rabi’ul Awwal 1448 H (31 Agustus 2025)
^^INSPIRASI: Tulisan ini saya buat untuk mengenang perjuangan ayahanda tercinta (Isra’Elly Mokodongan bin Harimu Polii Mokodongan), ketika masa berjuang di Sulawesi Utara dalam mengisi kemerdekaan RI, sebagai politisi daerah yang menjabat Pimpinan Ketua 1 Partai Nahdhatul Ulama Propinsi Sulawesi Utara, pelopor Dakwah Islam, Pendakwah, Pelopor pembukaan lahan pertanian seluas 4 hektar di hutan belantara Desa Toruakat Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow Propinsi Sulawesi Utara, Sekretaris merangkap Anggota Koperasi Unit Desa Passi Kotamobagu, Usahawan Muslim di bidang Pertanian dan Perdagangan hasil Tani, Pemborong dan Pembangunan Komplek Perumahan (Kontraktor) Di Jakarta satu Team with Family, Terakhir beliau Rahimahullah dimakamkan di TPU KARET BIVAK Jakarta Pusat tahun 1999^^
ARTIKEL DAN DESIGN BY:
WWW.AZZAHROTUN.COM
Terkait
2026-08-31