
“DO’A NABI IBRAHIM UNTUK NEGRI YANG AMAN SENTOSA”
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنًا
ۖوَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِر
قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
TAFSIR DAN PENJELASAN SURAT AL-BAQARAH AYAT 126 DIRANGKUM OLEH PENULIS DARI 3 TAFSIR
1. Penulis mengutip dari sebuah kitab Tafsir yaitu Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir oleh Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, beliau seorang mudarris tafsir Universitas Islam Madinah tentang surat Al-Baqarah ayat 126, berikut penafsirannya:
“هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا (negeri ini, negeri yang aman sentosa)
Yakni negeri Makkahوَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ (dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah)
Dan bukan kepada orang yang kafir. Sehingga Allah menjawabnya dengan: (ومن كفر)وَمَنْ كَفَرَ (Dan kepada orang yang kafir)
Yakni Aku akan memberi rezeki untuk orang-orang mukmin di negeri itu untuk memenuhi janji-Ku dan Aku juga akan memberi rezeki untuk orang kafir. Karena rezeki bukanlah seperti kepemimpinan, kepemimpinan hanya untuk orang mukmin sedangkan rezeki untuk orang mukmin dan kafir.فَأُمَتِّعُهُ(Aku beri kesenangan)
Yakni adapun orang kafir akan Aku beri kesenangan dengan sedikit rezeki di dunia.
ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ ( kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka)
Yakni di akhirat Aku paksa mereka untuk merasakan siksa neraka sampai mereka merasa terpojok dan tidak mendapat tempat membebaskan diri.2. Penulis mengutip dari sebuah kitab yaitu Tafsir Tafasir oleh Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, beliau seorang mudarris tafsir di Masjid Nabawi tentang surat Al-Baqarah ayat 126, berikut penafsirannya:
Makna kata : { أَضۡطَرُّهُۥ } Adhtharruhu : Saya paksa mereka merasakan adzab di neraka.
Makna ayat :
Pada ayat (126) mengandung perintah Allah Ta’ala kepada rasulNya untuk mengingatkan kembali doa Nabi Ibrahim kepada Rabbnya agar menjadikan Mekah sebagai negeri yang aman dan damai bagi siapa saja yang memasukinya, aman bagi dirinya, hartanya, dan kehormatannya. Juga agar memberikan rizqi bagi penduduknya yang mukmin dengan buah-buahan. Sesungguhnya Allah telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim, namun orang-orang kafir tetap mendapatkan rizqi di dunia, akan tetapi haram bagi mereka masuk ke dalam surga di akhirat nanti. Karena Allah Ta’ala telah memaksa mereka untuk merasakan adzab yang pedih di neraka. Sungguh amat buruk tempat kembali mereka, dan neraka sejelek-jelek tempat kembali.Pelajaran dari ayat :
Keberkahan doa Nabi Ibrahim bagi penduduk Mekah, dengan dikabulkannya doa beliau oleh Allah Ta’ala.Orang kafir tidak terhalang rizqinya disebabkan kekufurannya, akan tetapi dia memperoleh hak dan kesempatan hidup kecuali termasuk golongan yang memerangi kaum muslimin sehingga harus di bunuh, atau masuk Islam.
Tempat kembali bagi orang kafir yang mati adalah neraka. Tidak bisa ditawar lagi. Bahkan mati di tanah haram tidak bermanfaat sama sekali bagi orang kafir.
3.Penulis mengutip dari sebuah kitab tafsir yaitu Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI tentang surat Al-Baqarah Ayat 126, berikut penafsirannya:
Dan ingatlah ketika nabi ibrahim berdoa dengan mengatakan, ya tuhanku, jadikanlah negeri mekah ini sebagai negeri yang aman dari rasa takut dan perasaan terancam, dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu khususnya di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dia berfirman, dan kepada orang yang kafir akan aku beri kesenangan sementara di dunia ini, kemudian akan aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Dan ingatlah ketika ibrahim meninggikan fondasi baitullah, yakni kakbah yang sudah ada sejak zaman nabi adam, bersama putranya, ismail, seraya berdoa, ya tuhan kami, terima lah amal saleh dan permohonan dari kami. Sungguh, engkaulah yang maha mendengar permohonan hamba-hamba-Mu, maha mengetahui keadaan mereka.
>>>
>>>
>>>
Ditulis dan Dirangkum kembali oleh: Ummi_Laina
Bekasi_City, 07 Rabi’ul Awwal 1447 H/ 31 Agustus 2025 MARTIKEL DAN DESIGN BY: WWW.AZZAHROTUN.COM
Referensi: https://tafsirweb.com/562-surat-al-baqarah-ayat-126.html