Breaking News
Home / Dzikir / DZIKIR PAGI DAN PETANG

DZIKIR PAGI DAN PETANG

DZIKIR PAGI DAN PETANG

Dalam Al_Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 41-42, Allah berfirman:

 .يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

Dalam sebuah hadits Nabi, Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: ‘Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir kepada Allah dari mulai shalat Shubuh sampai terbit matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak dari anak Ismail. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir keada Allah dari mulai shalat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak.'”
[ HR. Abu Dawud no.3667, lihat shahiih Abu Dawud II/698 no. 3114 – Misykaatul Mashaabiih no. 970, hasan].*
Dalam Tafsir Ringkas Kemenag Republik Indonesia telah dijelaskan tentang makna yang terkandung di dalam Surah Al-Ahzab ayat  41-42.
“Agar keimanan orang-orang mukmin semakin kuat dan tidak terpengaruh cercaan orang-orang musyrik, yahudi, dan munafik kepada rasulullah atas pernikahan beliau dengan zainab, Allah berpesan, ‘wahai orang-orang yang beriman! ingatlah kepada Allah kapan dan di mana saja, dengan mengingat di dalam hati maupun dengan zikir lisan sebanyak-banyaknya agar kamu selalu merasakan kehadiran Allah; dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang dengan menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan.”
Dalam Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia telah dijelaskan tentang makna yang terkandung di dalam Surah Al-Ahzab ayat 41-42.
“Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, ingatlah Allah dengan hati kalian, lisan kalian dan anggota badan kalian dengan dzikir yang banyak. Isilah waktu kalian dengan berdzikir kepada Allah di waktu pagi dan petang hari, setelah shalat fardhu dan ketika terjadi sesuatu secara tiba-tiba, karena hal itu adalah ibadah yang disyariatkan, mengundang kecintaan dari Allah, menahan lisan dari dosa, dan membantu kepada segala kebaikan.”
Dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah telah dijelaskan tentang makna yang terkandung di dalam Surah Al-Ahzab ayat 41-42.
“Hai orang-orang beriman, perbanyaklah berzikir dan bertasbih setiap pagi dan petang; karena zikir merupakan salah satu ibadah yang paling agung, disamping ia merupakan amalan yang paling mudah dan paling menguatkan jiwa dan menyucikan hati. Dan bertasbih kepada Allah adalah dengan mengagungkan dan menyucikan-Nya.”
Dalam Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H telah dijelaskan tentang makna yang terkandung di dalam Surah Al-Ahzab ayat 41-42.
41. “Allah memerintahkan orang-orang Mukmin agar berdzikir, mengingatNya sebanyak-banyaknya dalam bentuk tahlil, tahmid, tasbih, takbir dan lain-lainnya dari setiap bacaan yang mengandung pendekatan diri kepada Allah. Minimalnya hendaklah seorang manusia menekuni wirid (dzikir) pagi dan sore, dzikir seusai shalat lima waktu, dan di saat kondisi-kondisi tertentu dan sebab-sebab khusus. Dan hendaknya hal ini ditekuni secara kontinyu sepanjang waktu dalam segala kondisi. Sesungguhnya yang demikian ini adalah ibadah yang si pelaku menjadi unggul karenanya, sementara dia merasa tenang dan mengajak kepada Allah dan berma’rifat kepadaNya dan menjadi penolong untuk kebaikan dan mencegah lisan dari perkataan-perkataan kotor.”
42. “Dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang,” yakni Pada awal permulaan siang hari dan di sore hari, karena keutamaan dan kemuliaan dua waktu ini serta karena kemudahan untuk melakukannya pada dua waktu ini.”**
Dzikir itu sebagai wasilah antara seorang hamba Allah dengan sang Khaliq (pencipta), Semakin banyak seorang hamba Allah mengingat-Nya maka semakin Allah mendekat kepada hamba-Nya dan semakin mencintainya pula. Dengan rutinitas berdzikir ketika pagi dan petang maka semakin banyak juga kebaikan yang akan didapatkan oleh hamba-Nya, karena dzikir itu banyak mendatangkan manfaat bagi kehidupan seorang hamba Allah, menghindari dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh syari’at Allah Ta’ala, mensucikan dirinya dari dosa-dosa, baik dosa besar dan dosa kecil, menghindari perkataan yang kotor dan kasar, terhindar dari godaan syaithan yang terkutuk, melapangkan rezeki dengan didatangkan oleh-Nya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, membaguskan akhlak seorang hamba, menghilangkan kesedihan dan gunda gulana ketika datang ujian yang begitu berat dalam hidup seorang hamba, tidak menyibukan dirinya bermajlis dengan majlis yang penuh dengan ghibah, adu domba (Namimah), memfitnah, karena dia tahu majelis dzikir merupakan majelis para Malaikat, bukan majelisnya Syaithan yang penuh dengan syubhat dan syahwat, majelis dzikir akan selalu didatangi oleh Malaikat yang selalu mendo’akan memintakan ampunan bagi hamba-hamba yang sibuk dalam berdzikir, dan masih banyak lagi keutamaan dan manfaat berdzikir kepada -Nya.
Jika seorang hamba Allah mau memilih tentunya dia akan memilih jalan yang terbaik dalam hidupnya, hari-harinya dipenuhi dengan aktifitas-aktifitas dimana selalu berusaha mengingat-Nya, jauh dari kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat untuk dunia dan akheratnya, jauh dari perkataan yang sia-sia, dan yang paling utama terhindar dari hal-hal yang melalaikannya dari perintah Allah Ta’ala. Manusia hidup didunia hanya mempunyai dua pilihan hidup, jalan yang baik atau jalan yang buruk, dan kelak diakherat juga manusia mendapatkan hasil dari pilihannya didunia yaitu ke syurga atau ke neraka. Dan itu semua tidak luput juga dari hidayah yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla bagi hamba-hamba-Nya yang mau menggapai kebahagiaan hidup didunia dan akherat.
Wallahu’alam 
Bekasi_City_Indonesia, 08 – Rabiul Awal – I443 H [I5 – Oktober – 202I]
Ditulis Oleh: Ummi Laina Mokodongan
==============================================================================
Foot Note /Maroji’:
  • *Dzikir Pagi dan Petang dan sesudah Shalat Fardhu Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahullahu Ta’ala.
  • **  Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikran kaṡīrā,
  • **  Arab-Latin: Wa sabbiḥụhu bukrataw wa aṣīlā
  • Referensi: https://tafsirweb.com/7653-surat-al-ahzab-ayat-41.html
  • Referensi: https://tafsirweb.com/7654-surat-al-ahzab-ayat-42.html

About Ummi Laina

Check Also

“SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWWAL 1447 H (21 MARET 2026 M)”

“EID MUBAROK 1 SYAWWAL 1447 H” تقبَّل اللّه منّاَ و منْكم “SEMOGA ALLAH MENERIMA AMAL ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *