
“BERBUKA PUASA DENGAN KURMA ATAU AIR”
Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu berkata:
,كاَنَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ
.فَإِنْ لَمْ تَكُنْ فَعَلَى تَمَرَاتٍ, فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam berbuka puasa dengan beberapa kurma ruthab (yang setengah matang) sebelum mengerjakan Shalat Maghrib. Jika ruthab tidak ada, beliau berbuka puasa dengan kurma matang. Jika (kurma matang) tidak ada,
beliau meneguk beberapa tegukan air.
(HR. at-Tirmidzi, no.696.)
Merupakan salah satu amalan Sunnah ketika berbuka puasa bagi seorang muslim dan muslimah yaitu disunnahkan berbuka puasa dengan kurma ruthab atau kurma matang (Tamr), dengan sesuatu yang ganjil: tiga, lima atau tujuh, jika kurma tidak ada maka dalam hadits tersebut diatas Nabi berbuka dengan beberapa tegukan air. Kemudian berdoa ketika berbuka puasa, sebagaimana Rasulullah berdoa ketika berbuka puasa, sebagai berikut:
[اَللّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا, [فَتَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ أَنْتَ ا لسَّمِيْعُ ا لْعَلِيْمُ
“Ya Allah, untuk-Mu kami berpuasa dan dengan rezeki-Mu kami berbuka (maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR.Abu Dawud, no.33-58, Tambahan dalam kurung terdapat dalam riwayat ath-Thabrani, 12/156.)
Menyegerakan berbuka puasa juga termasuk disunnahkan, yaitu segera berbuka puasa ketika waktu berbuka telah tiba pada saat matahari benar-benar telah terbenam, sebagaimana Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda:
.لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُواالْفِطْرَ
“Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (Muttafaqqun’alaih)
Ditulis dan dirangkum oleh: Ummi_Laina Mokodongan
Bekasi_City, 24 Ramadhan 1444 H/ 16-April-2023
ARTIKEL DAN DESIGN BY: WWW.AZZAHROTUN.COM
- Sumber: Kitab Minhajul Muslim, oleh Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri.